Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2

Nama : Indah Febrina

NPM : 23210493

Kelas : 3EB17

Assignment 3

1. Nathalie portman is a beautiful actress. In Black Swan movie, she acts beautifully. To beautify the movement as a ballerina, she always practice diligently. She knows beauty movement is everything.

2. My mom is a good mother. She always give the best for me. She always teach a goodness to me. And my mom is very well.

3. My brother droves car is very fast. So I fasten my seat-belt. he droves with highly fastness.

4. The waiter is very responsible and quick. He always serves the customer very quickly.  That is why the manager impressed with his quickness and responsible

5. My mother sharpened a kitchen knife, but his finger slice sharply. I screamed because is very sharp knife, and my mother said “Be careful with the sharpness“.

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2

Nama : Indah Febrina

NPM : 23210493

Kelas : 3EB17

Assignment 2

Adjective

Adverb

Noun

Verb

        Beautiful

 

        Beautifully            Beauty           Beautify
          Good             Well          Goodness                -
          Fast                -           Fastness            Fasten
          Quick           Quickly          Quickness           Quicken
          Sharp           Sharply          Sharpness           Sharpen

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2

Nama : Indah Febrina

NPM : 23210493

Kelas : 3EB17

Assignment 1

1. A big girl ate much ice cream this afternoon.

    explanation :

    big = adjective

    ate = verb

    ice cream = noun

    afternoon = adverb

2. In the library, i am read novel on the flat table.

    explanation :

    library = adverb

    read = verb

    novel = noun

    flat = adjective

3. I bought black coat in mall last month.

    explanation :

    bought = verb

    black = adjective

    coat = noun

    mall, last month = adverb

4. This morning, i feel dizzy because i drink much coffee.

     explanation :

     this morning = adverb

     feel, drink = verb

     dizzy = adjective

     coffee = noun

5. My father sold a red car yesterday.

    explanation :

    sold = verb

    red = adjective

    car = noun

    yesterday = adverb

Bahasa Inggris Bisnis 2

Nama : Indah Febrina

NPM : 23210493

Kelas : 3EB17

TENSES

1). Simple Present Tense

      Kalimat :

      (+) I teach the children every Monday and Thursday

       (-) I don’t teach the children every Monday and Thursday

      (?) Do you teach the children every Monday and Thursday?

2). Simple Past Tense

      Kalimat :

      (+) I taugh the children every Monday and Thursday

       (-) I didn’t taugh the children every Monday and Thursday

       (?) Did you taugh the children every Monday and Thursday?

3). Present Continous Tense

      Kalimat :

      (+) I am teaching the children every Monday and Thursday

       (-) I am not teaching the children every Monday and Thursday

       (?) Are you teaching the children every Monday and Thursday?

4). Present Perfect Tense

      Kalimat :

      (+) I have taugh the children every Monday and Thursday

       (-) I have not taugh the children every Monday and Thursday

      (?) Have you taugh the children every Monday and Thursday?

5). Simple Future Tense

      Kalimat :

      (+) I will teach the children every Monday and Thursday

       (-) I will not teach the children every Monday and Thursday

       (?) Will you teach the children every Monday and Thursday?

 

BAHASA INDONESIA 2 (Karya Ilmiah)

Nama  : Indah Febrina

Kelas   : 3eb17

NPM    : 23210493

Tugas  : Bahasa Indonesia 2 (softskill)

 

KARYA ILMIAH

A.   Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

B.   Tujuan Karya Ilmiah

  • Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  • Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
  • Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
  • Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
  • Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

C.   Manfaat Karya Ilmiah

Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:

  • Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
  • Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
  • Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
  • Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
  • Memperoleh kepuasan intelektual;
  • Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
  • Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.

D.  Macam-macam Karya Ilmiah

a. Paper (Karya Tulis).

Paper atau lebih populer dengan sebutan karya tulis, adalah karya ilmiah berisi ringkasan atau resume dari suatu mata kuliah tertentu atau ringkasan dari suatu ceramah yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswanya. Tujuan pembuatan paper ini adalah melatih mahasiswa untuk mengambil intisari dari mata kuliah atau ceramah yang diajarkan oleh dosen, penulisan paper ini agak di perdalam dengan beberapa sebab antara lain, Bab I Pendahuluan , Bab II Pemaparan Data, Bab III Pembahasan atau Analisisdan Bab IV Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran.

b. Pra Skripsi

Pra Skripsi adalah karya tulis ilmiah pendidikan yang digunakan sebagai persyaratan mendapatka gelar sarjana muda. Karya ilmiah ini disyaratkan bagi mahasiswa pada jenja0ng akademik atau setingkat diploma 3 ( D-3). Format tulisannya terdiri dari Bab I Pendahuluan (latar belakang pemikiran, permasalahan, tujuan penelitian atau manfaat penelitian dan metode penelitian). Bab II gambaran umum ( menceritakan keadaan di lokasi penelitian yang dikaitkan dengan permasalahan penelitian, Bab III deskripsi data ( memaparkan data yang diperoleh dari lokasi penelitian). Bab IV analisis (pembahasan data untuk menjawab masalah penelitian). Bab V penutup ( kesimpulan penelitian dan saran )

c. Skripsi

Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta- fakta empiris-objektif baik berdasarkan peneliian langsung (observasi lapangan ) maupun penelitian tidak langsung ( study kepustakaan) skripsi ditulis sebagai syarat mendapatkan gelar sarjana S1. Pembahasan dalam skripsi harus dilakukan mengikuti alur pemikiran ilmiah yaitu logis dan emperis.

d. Thesis

Thesis adalah suatu karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dari pada skripsi, thesis merupakan syarat untuk mendapatkan gelar magister (S-2). Penulisan thesis bertujuan mensinthesikan ilmu yng diperoleh dari perguruan tinggi guna mempeluas khazanah ilmu yang telah didapatkan dari bangku kuliah master, khazanah ini terutama berupa temuan-temuan baru dari hasil suatu penelitian secara mendalam tentang suatu hal yangmenjadi tema thesis tersebut.

e. Disertasi

Disertasi adalah suatu karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta akurat dengan analisis terinci. Dalil yang dikemukakan biasanya dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan-sanggahan senat guru besar atau penguji pada sutu perguruan tinggi, desertasi berisi tentang hasil penemuan-penemuan penulis dengan menggunakan penelitian yang lebih mendalam terhadap suatu hal yang dijadikan tema dari desertasi tersebut, penemuan tersebut bersifat orisinil dari penulis sendiri, penulis desertasi berhak menyandang gelar Doktor.

E.   Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

Bagian Pembuka

  • Cover
  • Halaman judul.
  • Halaman pengesahan.
  • Abstraksi
  • Kata pengantar.
  • Daftar isi.
  • Ringkasan isi.

Bagian Isi

Pendahuluan : pada bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah, alasan dan tujuan dari penulisan sebuah karya ilmiah

  • Latar belakang masalah: alasan penulis dalam pemilihan topik pada penulisan ilmiah.
  • Perumusan masalah : berisi rumusan masalah secara singkat termasuk konsep-konsep yang digunakan dalam penelitian.
  • Pembahasan/pembatasan masalah : batasan pada penulisan yang akan ditulis pada penulisan ilmiah.
  • Tujuan penelitian : Tujuan dari penelitian yang dilakukan.
  • Manfaat penelitian : Manfaat apa saja yang didapatkan pada penulisan ini ditulis pada bagian ini.

Kajian teori atau tinjauan kepustakaan : berisi acuan yang digunakan dalam memecahkan masalah, seperti teori-teori yang pernah ada yang berkaitan dengan masalah yang sedang digarap.

  • Pembahasan teori
  • Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
  • Pengajuan hipotesis

Metodologi penelitian : menjelaskan proses penelitian yang dilakukan oleh peniliti atau penulis.

  • Waktu dan tempat penelitian.
  • Metode dan rancangan penelitian
  • Populasi dan sampel.
  • Instrumen penelitian.
  • Pengumpulan data dan analisis data.

Hasil Penelitian : berisi hasil atau jawaban terhadap pertanyaan apa yang dikemukakan. Hasil-hasil penelitian harus mampu berfungsi sebagai alat pembuktian.

  • Jabaran varibel penelitian.
  • Hasil penelitian.
  • Pengajuan hipotesis.
  • Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.

Bagian penunjang

  • Daftar pustaka : Daftar pustaka dapat berupa buku, jurnal, majalah, media masa, kertas kerja, ensiklopedi, internet, dan bahan penerbitan lain (termasuk komunikasi pribadi). Fungsi daftar pustaka: (a) Sebagai alat untuk melihat kembali sumber asli oleh ilmuwan lain, sehingga ilmuwan lain dapat melihat benar atau tidaknya pengutipan pernyataan di dalam bahan pustaka yang digunakan atau bahkan dapat digunakan sebagai alat untuk melihat perkembangan ilmu. (b) Untuk mengetahui lebih jauh tentang sumber acuan yang terdapat dalam sebuah catatan kaki. (c) Untuk melihat cakupan keilmuan seluruh isi tulisan ilmiah sebagai indikator mutu isinya, dengan catatan bahwa semakin terspesialisasi bahan pustaka yang digunakan maka semakin tinggi nilai tulisan ilmiah. (d) Untuk mengetahui dampak ilmiah dari tulisan ilmiah.Tata aturan penulisan daftar pustaka: (a) Penulisan daftar pustaka disusun secara alfabetis, dari A -Z, dengan patokan pada huruf pertama dari nama keluarga atau marga penulis. (b) Penulisan nama orang Indonesia yang lebih dari satu kata, adalah kata kedua dianggap sebagai nama keluarga dengan disertai tanda-baca koma (,) diikuti singkatan kata pertama dan diakhiri dengan tanda titik (.).

    (Catatan: apabila suatu bahan pustaka tidak terinformasi penulisnya, maka nama penulis tidak boleh ditulis dengan Anonim). (c) Setelah nama pengarang, berikutnya ditulis tahun penerbitan bahan pustaka dan diakhiri dengan tanda titik. (d) Setelah tahun terbit bahan pustaka, berikutnya ditulis judul bahan pustaka yang diketik miring diakhiri dengan tanda titik (.). (e) Setelah nama bahan pustaka, selanjutnya ditulis (1) nama penerbit untuk bahan pustaka berupa buku, dan (2) nama jurnal beserta volume, nomor, tahun terbit, dan halaman bahan pustaka yang dibaca untuk artikel ilmiah yang diterbitkan dalam bentuk jurnal. (f) Bagian terakhir adalah nama kota dari alamat penerbit untuk bahan pustaka berupa buku. (g) Apabila nama penulis dari bahan pustaka yang dirujuk lebih dari satu, maka penulis ke-2 dan ke-3 urutan kata namanya tetap seperti nama aslinya hanya kata pertama dan/atau kedua disingkat.

  • Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
  • Daftar Tabel

http://www.winkplace.com/2010/10/kerangka-atau-tata-cara-penulisan-karya.html

id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah

http://www.bergaul.com/pages/blog/showblog.php?blogid=27597

BAHASA INDONESIA 2 ( Penalaran Deduktif )

Nama  : Indah Febrina

Kelas  : 3EB17

NPM   : 23210493

Tugas  : Bahasa Indonesia 2 (softskill)

PENALARAN DEDUKTIF

      Penalaran deduktif adalah metode berpikir deduktif. Jadi, metode berpikir deduktif  adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

A. Faktor – faktor penalaran deduktif :

  1. Pembentukan Teori
  2. Hipotesis
  3. Definisi Operasional
  4. Instrumen
  5. Operasionalisasi

B. Contoh Kalimat Deduktif

- Burung adalah hewan berkaki dua (premis minor)
- Semua burung bisa terbang (kesimpulan)
- Burung adalah hewan (premis mayor)

C. Variabel pada penalaran deduktif

1. Silogisme

Silogisme adalah suatu bentuk proses penalaran yang berusaha menghubungkan dua proposisi (pernyataan) yang berlainan untuk menurunkan suatu kesimpulan atau inferensi yang merupakan proposisi ketiga.

Silogisme terbagi menjadi silogisme kategorial, silogisme hipotetis, silogisme disjungtif atau silogisme alternatif.

a) Silogisme Kategorial

Argumen deduktif yang mengandung suatu rangkaian yang terdiri dari tiga (dan hanya tiga) proposisi    kategorial, yang disusun sedemikian rupa sehingga ada tiga term yang muncul dalam rangkaian pernyataan itu.

Contoh :

Semua karyawan di perusahaan tersebut merupakan sarjana teknik

Semua sarjana teknik mengerti mengenai mesin

Jadi, semua karyawan di perusahaan tersebut mengerti mengenai mesin

Kaidah silogisme Kategorial:

  1. Sebuah silogisme harus terdiri dari tiga proposisi: premis mayor, premis minor, dan konklusi.
  2. Dalam ketiga proposisi itu harus ada tiga term, yaitu term mayor (term predikat dari konklusi), term minor (term subyek dari konklusi), dan term tengah (menghubungkan premis mayor dan premis minor)
  3. Setiap term yang terdapat dalam kesimpulan harus tersebar atau sudah tersebut dalam premis-premisnya.
  4. Bila salah satu premis bersifat universal dan yang lain bersifat partikular, maka konklusinya harus bersifat partikular.
  5. Dari dua premis yang bersifat universal, konklusi yang diturunkan juga harus bersifat universal.
  6. Jika sebuah silogisme mengandung sebuah premis yang positif dan sebuah premis yang negatif, maka konklusinya harus negatif.
  7. Dari dua premis yang negatif tidak dapat ditarik kesimpulan. Sebab itu, silogisme berikut tidak sahih dan tidak logis.
  8. Dari dua premis yang bersifat partikular, tidak dapat ditarik kesimpulan yang sahih.

b) Silogisme Hipotesis

Silogisme hipotetis atau silogisme pengandaian adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotesis. Silogisme hipotetis bertolak dari suatu pendirian, bahwa ada kemungkinan apa yang disebut dalam proposisi itu tidak ada atau tidak terjadi.

Rumus proposisi mayor dari silogisme ini adalah :

Jika P, maka Q

Contoh :

Premis Mayor   : Jika Ani tidak memiliki dana 6 juta Rupiah untuk membayar kuliahnya, maka Ia akan diberhentikan

Premis Minor    : Ani tidak mempunyai uang sebesar 6 juta Rupiah

Konklusi           : Sebab itu, Ani akan diberhentikan dari kuliahnya

Walaupun premis mayor bersifat hipotetis, premis minor dan konklusinya tetap bersifat kategorial. Premis mayor sebenarnya mengandung dua pernyataan kategorial. Pada contoh diatas, premis mayor mengandung dua pernyataan kategorial, yaitu hujan tidak turun danpanen akan gagal. Bagian pertama disebut antiseden, sedangkan bagian kedua disebut akibat.

Dalam silogisme hipotetis terkandung sebuah asumsi, yaitu kebenaran anteseden akan mempengaruhi kebenaran akibat, kesalahan anteseden akan mengakibatkan kesalahan pada akibatnya.

c) Silogisme Disjungtif atau Silogisme Alternatif

Silogisme ini dinamakan Silogisme alternatif, karena:

  • Proposisi mayornya merupakan sebuah proposisi alternatif, yaitu proposisi yang mengandung kemungkinan-kemungkinan atau pilihan-pilihan.
  • Sebaliknya, proposisi minornya adalah proposisi kategorial yang menerima atau menolak salah satu alternatifnya.
  • Konklusi silogisme ini tergantung dari premis minornya. Jika premis minornya menerima satu alternatif, maka alternatif lainnya ditolak. Sebaliknya, jika premis minornya menolak satu alternatif, maka alternatif lainnya diterima dalam konklusi.

Contoh :

Premis Mayor   : Kunci brankas itu tersimpan di lemari atau tasku

Premis Minor    : Kunci brankas itu ternyata ada di tasku

Konklusi              : Sebab itu, kunci brankas tidak tersimpan di lemari

2. Entimen

Silogisme muncul hanya dengan dua proposisi, salah satunya dihilangkan. Walaupun dihilangkan, proposisi itu tetap dianggap ada dalam pikiran dan dianggap diketahui pula oleh orang lain.

Silogisme asli/awal :

Premis Mayor   : Karyawan yang lulus seleksi penerimaan pegawai BUMN dihubungi oleh bagian SDM

Premis Minor    : Ari dihubungi oleh bagian SDM

Konklusi           : Sebab itu, Ari adalah Karyawan yang lulus seleksi penerimaan pegawai BUMN

Entimen             : Ari adalah Karyawan yang lulus seleksi penerimaan pegawai BUMN, karena dihubungi oleh bagian SDM

3. Rantai Deduksi

Penalaran yang deduktif dapat berlangsung lebih informal dari entimem. Orang tidak berhenti pada sebuah silogisme saja, tetapi dapat pula merangkaikan beberapa bentuk silogisme yang tertuang dalam bentuk yang informal.

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/04/penalaran-deduktif-79/

http://rivaldiligia.wordpress.com/2012/06/04/tugas-bahasa-indonesia-penalaran-deduktif/

Aspek Hukum Dalam Ekonomi

Kasus Pelanggaran Hak Cipta

Nama : Indah Febrina
NPM:  23210493
Kelas : 2EB17

PT. A adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang rekayasa genetika, berlangganan jurnal – jurnal asing dengan tujuan menyediakan fasilitas referensi kepada para penelitinya. Kebijakan PT. A tersebut berkaitan dengan research and development (R&D) yang di lakukan oleh PT. A untuk memperoleh produk-produk yang unggul.

Salah satu jurnal asing tersebut adalah science and technology yang di terbitkan oleh PT. B. PT. B adalah penerbit asing yang ada di indonesia diwakili oleh agen penjualan khusus. Untuk mempermudah penggunaan referensi tersebut, para peneliti memperbanyak / menggandakan artikel-artikel dalam science dan technology dan membuat dokumentasi berdasarkan topik topik tertentu. PT. B mengetahui perbanyakan yang di lakukan oleh para peneliti PT. A dan PT. B berpendapat bahwa perbanyakan yang di lakukan oleh para peneliti PT. A telah melanggar hak cipta.

  • PT. A adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan referensi untuk para penelitinya untuk pengembangan pendidikan.
  • PT. B adalah perusahaan yang memuat ilmu pengetahuan yang bisa dijadikan refrensi ilmu pengetahuan.
  • PT. B adalah perusahaan asing yang ada di indonesia hanya di wakili oleh agen penjualan khusus

Bagaimana pendapat saudara terhadap kasus di atas yang hubungannya dengan ada tidaknya pelanggaran Hak Cipta ?

Pendapat :

Menurut saya, PT. A belum tentu melakukan pelanggaran hak cipta, jika PT.  B belum memiliki hak cipta. Namun, jika PT. B telah memiliki hak cipta maka tindakan para peneliti PT.A yang telah melakukan penggandaan tersebut dapat dikatakan sebagai pelanggaran hak cipta.