Akuntansi Internasional

Nama : Indah Febrina

Kelas  : 4EB17

NPM   : 23210493

 

Tugas 1 : Mengenal sejarah dan pembagian Akuntansi

a. Sejarah Akuntansi Internasional

Pada awalnya, pencatatan transaksi perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yunani kuno. Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka- angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu.
Perkembangan akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan (double entry system) oleh pedagang- pedagang Venesia yang merupakan kota dagang yang terkenal di Italia pada masa itu. Dengan dikenalnya sistem pembukuan berpasangan tersebut, pada tahun 1494 telah diterbitkan sebuah buku tentang pelajaran penbukuan berpasangan yang ditulis oleh seorang pemuka agama dan ahli matematika bernama Lucas Pacioli. Namun, di dalam buku itu terdapat beberapa bagian yang berisi palajaran pembukuan untuk para pengusaha. Buku tersebut kemudian tersebar di Eropa Barat dan selanjutnya dikembangkan oleh para pengarang berikutnya. Sistem pembukuan berpasangan tersebut selanjutnya berkembang dengan sistem yang menyebut asal negaranya, misalnya sistem Belanda, sistem Inggris, dan sistem Amerika Serikat. Sistem Belanda atau tata buku disebut juga sistem Kontinental. Sistem Inggris dan Amerika Serikat disebut Sistem Anglo- Saxon. Perkembangan Akuntansi dari Sistem Kontinental ke Anglo- Saxon Pada abad pertengahan, pusat perdagangan pindah dari Venesia ke Eropa Barat. Eropa Barat, terutama Inggris menjadi pusat perdagangan pada masa revolusi industri. Pada waktu itu pula akuntansi mulai berkembang dengan pesat. Pada akhir abad ke-19, sistem pembukuan berpasangan berkembang di Amerika Serikat yang disebut accounting (akuntansi).
Sejalan dengan perkembangan teknologi di negara itu, sekitar pertengahan abad ke-20 telah dipergunakan komputer untuk pengolahan data akuntansi sehingga praktik pembukuan berpasangan dapat diselesaikan dengan lebih baik dan efisien. Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan- perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan berpasangan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo- Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo- Saxon).

b. Pembagian Akuntansi
Dalam perkembangannya akuntansi dikelompokkan dalam beberapa bidang, yaitu :
1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
2. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
4. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
5. Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
6. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing Investigation)
7. Akuntansi Pemerintahan (Government Accounting)
8. Akuntansi Sosial (Social Accounting)
9. Sistem Akuntansi (Accounting System)
10. Akuntansi Pendidikan (Accounting Instruction / Education)
Tugas 2 : Mengenal dan memahami dasar akuntansi Internasional yang dijadikan pedoman di Indonesia

Standar Akuntansi Indonesia (sebelum 2008) masih berkiblat pada US GAAP. PABU (Prinsip Akuntansi Berterima Umum) adalah terjemahan bebas dari Generally Accepted Accounting Principles (GAAP), sehingga bila diteliti lebih lanjut bahwa Standar Akuntansi Keuangan yang diterbitkan oleh IAI merupakan pengalihbahasaan GAAP ke dalam bahasa Indonesia. Jadi PSAK yang dibuat oleh IAI merupakan terjemahan dari US GAAP. Lebih dari 30 tahun (sejak tahun 1974), Indonesia telah mengikuti standar akuntansi yang dibuat oleh Amerika. Hal ini dikarenakan, banyak perusahaan lokal dalam negeri yang terdaftar sebagai anggota bursa saham di Amerika.
Kekuatan akuntansi lainya adalah IAS yang kemudian bermetamorfosis menjadi IFRS (International Financial Reporting Standard). IFRS merupakan produk dari IASB (International Accounting Standard Board). IASB adalah sebuah lembaga pembuat standar akuntansi untuk negara-negara di kawasan Eropa. Standar yang dibuat oleh IASB, saat itu (sebelum tahun 1990) belum diminati oleh dunia.bisnis diIndonesia. Hal ini karena perkembangan ekonomi Amerika masih dijadikan sebagai patokan perkembangan bisnis dunia. Pada tahun 1994, IAI baru memulai dan berkomitmen untuk mengikuti IASB dan melakukan perubahan-perubahan secara perlahan dan bertahap ke dalam PSAK.
Berarti perkembangan sejarah akuntansi di Indonesia telah mengalami masa-masa yang panjang dan sulit. Di awali dari belum memiliki standar akuntansi yang jelas, hingga pada tahun 1974 mengenal US GAAP dan menjadikan GAAP sebagai Standar Akuntansi Indonesia pada tahun 1984. Dilanjutkan pada tahun 1994, IAI mulai berkomitmen untuk mengikuti IAS. Hingga saat ini, IAI telah mempersiapkan PSAK yang berpedoman pada IFRS dan akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2012.

 

Tugas 3 : Perkembangan dan Klasifikasi Akuntansi

 

Perkembangan
Dibawah ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi dan pendekatannya :
1. Sumber Pendanaan
Dalam sistem berbasis kredit bank merupakan sumber utama pendanaan, akuntansi memiliki fokus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif. Contohnya adalah Jepang dan Swiss.
2. Sistem Hukum
Menentukan bagaimana individu dan lembaga berinteraksi. Dunia barat memiliki dua orientasi dasar hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus).
3. Perpajakan
Peraturan pajak secara efektif menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Contohnya kasus di Jerman dan Swedia.
4. Ikatan Politik dan Ekonomi
Ide dan teknologi akuntansi dialihkan melalui penaklukan, perdagangan dan kekuatan sejenis
5. Inflasi
Menyebabkan distori terhadap akuntansi biaya historis dan mempengaruhi kecenderungan suatu negara menerapkan perubahan harga terhadap akun-akun perusahaan.
6. Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.
7. Tingkat Pendidikan
Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivatif tidak akan informatif kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.
8. Budaya
Disini budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variabel budaya mendasari pengaturan kelembagaan disuatu negara.

Klasifikasi
Klasifikasi internasional dapat dilakukan dalam dua cara : Dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman. Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistik untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik akuntansi seluruh dunia.
Empat Pendekatan terhadap Perkembangan Akuntansi
Klasifikasi awal yang dilakukan adalah yang diusulkan oleh Mueller pertengahan tahun 1990-an. Ia mengidentifikasikan empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di negara-negara Barat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar.
1. Berdasarkan pendekatan makroekonomi
Praktik akuntansi didapat dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Tujuan perusahaan umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijakan nasional karena perusahaan bisnis mengordinasikan kegiatan mereka dengan kebijakan nasional. Akuntansi di Swedia berkembang dari pendekatan makroekonomi.

2. Berdasarkan pendekatan mikroekonomi
Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup. Untuk mencapai tujuan itu, perusahaan harus mempertahankan modal fisik yang dimiliki dan perusahaan juga harus memisahkan secara jelas modal dari laba untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi aktivitas usaha. Akuntansi di Belanda berkembang dari mikroekonomi.

3. Berdasarkan pendekatan independen
Akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan, dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi. Akuntansi berkembang secara independen di Inggris dan Amerika Serikat.

4. Berdasarkan pendekatan yang seragam
Akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh perusahaan pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak dan bahkan menejer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis. Prancis merupakan pendukung utama pendekatan seragam.

 

 

Daftar Pustaka

Choi D.S. Frederick & Meek K. Gary. 2005. AKUNTANSI INTERNASIONAL, EDISI 5 BUKU 1. Jakarta : Salemba Empat

http://masyari91.wordpress.com/2012/03/16/sejarah-atau-perkembangan-akuntansi-internasional/

http://mazda4education.wordpress.com/2011/07/25/revolusi-akuntansi-kajian-singkat-terhadap-perkembangan-akuntansi-di-indonesia/

 

TUGAS 4

Topik      :  Kebudayaan

Tujuan    :  Untuk mengetahui dampak positif dan dampak negatif kebudayaan asing

Tema      :  Kebudayaan Asing di Indonesia

1.    Pengertian 

1.1  Pengertian Kebudayaan

1.2  Pengertian Kebudayaan Asing

2.    Pengaruh Budaya Asing terhadap Budaya Indonesia

2.1  Pengaruh Budaya Asing terhadap sistem Religi/Kepercayaan

2.2  Pengaruh Budaya Asing terhadap sistem Pengetahuan

2.3  Pengaruh Budaya Asing terhadap sistem Teknologi

2.4  Pengaruh Budaya Asing terhadap sistem Kesenian

2.5  Pengaruh Budaya Asing terhadap Bahasa

2.6  Pengaruh Budaya Asing dalam Era Globalisasi

2.6.1 Media Massa

2.6.2 Pariwisata Internasional

2.6.3 Lembaga Perdagangan dan Industri Internasional

3.    Keuntungan dan Kerugian Masuknya Kebudayaan Asing di Indonesia

3.1  Keuntungan Kebudayaan Asing

3.2  Kerugian Kebudayaan Asing

4.    Dampak Positif dan Negatif Kebudayaan Asing di Indonesia

4.1  Dampak Positif Kebudayaan Asing di Indonesia

4.2  Dampak Negatif Kebudayaan Asing di Indonesia

Nama : Indah Febrina

Kelas : 4EB17

NPM : 23210493

Sumber :

http://confickeragung.blogspot.com/2012/06/dampak-positif-dan-negatif-budaya-asing.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya

http://sibarasok.blogspot.com/2013/08/penjelasan-dan-dampak-kebudayaan-asing.html

TUGAS 5

Paragraf Generalisasi

Pendidikan karakter untuk melawan koruptor dan kemerosotan moral bangsa terus dilaksanakan di semua sekolah di Indonesia. Namun perlu kita sadari bahwa para koruptor yang tertangkap sekarang justru berasal dari kaum pemuda yang merupakan calon pemimpin dimasa depan. Banyak juga tawuran dan penyimpangan yang dilakukan oleh para pemuda sekarang seperti pemerkosaan,pencurian dan masih banyak lagi. Bisa dibilang pendidikan karakter masih belum efektif mengubah karakter bangsa.

Paragraf Analogi

Perubahan alam semesta yang mengembang dapat dijelaskan dan disimpulkan dari apa yang terjadi pada balon karet yang dikembungkan. Sebelumnya, balon karet itu diwarnai. Ketika dikembungkan, warna pada balon karet itu ikut mengembang. Semakin besar balon itu mengembang, semakin pudar warnanya. Warna itu memudar karena warna makin berkurang dan mengembang. Cahaya bintang-bintang di angkasa juga semakin berkurang intensitasnya. Para ahli menyimpulkan bahwa bintang-bintang itu makin menjauh dari kita dan alam semesta pun mengembang.

Paragraf Sebab-Akibat

Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar.Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

Sumber :

http://makalahpendidikan.blogdetik.com/contoh-paragraf- sebab-akibat/

http://contohparagraf.blogspot.com/2013/07/contoh-paragraf-generalisasi-paling.html

http://carapedia.com/paragraf_analogi_info697.html

Saham Syariah Tahan Guncangan Ekonomi

Nusa Dua -Pasar saham syariah dinilai punya daya tahan lebih kuat terhadap guncangan ekonomi saat kondisi perekonomian domestik maupun global masih belum stabil.

“Saham-saham syariah less risiko ketika terjadi gunjangan ekonomi,” kata Direktur Pengembangan Bursa efek Indonesia (BEI) Friderica Widyasari Dewi di acara Workshop Wartawan Pasar Modal 2013 dengan tema ‘Pasar Modal Syariah,’ di The Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Minggu (3/11/2013).

Wanita yang akrab disapa Kiki ini menjelaskan, dalam pasar saham syariah tidak mengenal saham perbankan. Alasannya simpel, karena dalam pasar saham syariah dilarang untuk memasukkan saham-saham yang jenis usahanya punya sistem ‘bunga’, salah satunya perbankan. Sementara itu, saham perbankan porsinya cukup tinggi di pasar modal Indonesia.

“Ketika terjadi guncangan ekonomi, kebanyakan yang kena itu di financial seperti perbankan. Karena tidak ada saham-saham perbankan di pasar saham syariah jadi less risiko kalau ada kondisi guncangan ekonomi,” katanya.

Saat ini, kiki menyebutkan, sedikitnya ada 293 saham-saham yang masuk dalam efek syariah. Dari besaran angka tersebut, didominasi dari sektor pertanian, pertambangan, jasa perdagangan, investasi, dan properti yang menyumbang sebesar 30%.

Berdasarkan catatan detikFinance, secara historis indeks berbasis syariah sejauh ini hanya minus 4% atau lebih kecil dibandingkan Indeks LQ45 yang minus 5% dan Jakarta Composite Indeks (JCI) yang minus 8% saat kondisi pasar melemah.

Jika dilihat lebih jauh lagi sektor perbankan memiliki bobot yang besar di IHSG sekitar 25%. Hal ini yang menyebabkan pertumbuhan Earning Per Share (EPS) yang lebih lambat pada IHSG dibanding dengan Jakarta Islamic Indeks (JII)

Analisis :

Pasar saham syariah dinilai punya daya tahan lebih kuat terhadap guncangan ekonomi saat kondisi perekonomian domestik maupun global masih belum stabil. Saham-saham syariah less risiko ketika terjadi gunjangan ekonomi dan didalam pasar saham syariah tidak mengenal saham perbankan. Alasannya, karena dalam pasar saham syariah dilarang untuk memasukkan saham-saham yang jenis usahanya punya sistem ‘bunga’, salah satunya perbankan. Sementara itu, saham perbankan porsinya cukup tinggi di pasar modal Indonesia

http://finance.detik.com/read/2013/11/03/114110/2402544/6/saham-syariah-tahan-guncangan-ekonomi?f991104topnews

Miris, Warga Perbatasan RI Beli Listrik ke Malaysia

JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan, kondisi perbatasan di Indonesia sangat buruk. Hal ini karena daerah tersebut tidak memiliki akses untuk mendapatkan listrik, alhasil masyarakat perbatasan membeli listrik dari negara tetangga Malaysia.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pembangunan Kawasan Perbatasan Endang Kesumayadi mengatakan, ada perbedaan dan perlakuan khusus antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia.

“Pihak Malaysia mulai dari listrik, gas hingga gula disubsidi oleh pemerintahnya sedangkan Indonesia tidak,” kata Endang saat Rakernas Kadin Indonesia di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (28/10/2013).

Endang menambahkan, untuk mengatasi hal tersebut, anggota Kadin ke depannya untuk listrik akan membangun solar cell. Lalu bekerja sama dengan PT LEN di Bandung untuk mengembangkan di kawasan perbatasan.

“Kadin tetap berkomitmen untuk membangun proyek infrastruktur untuk mengembangkan perekonomian di kawasan perbatasan. Agar terealisasi kita butuh kerja sama Pemprov, Bappeda dan PLN,” jelasnya.

Senada dengan Endang, Komite Tetap Pembangunan Ekonomi Kawasan Perbatasan Kadin Indonesia James Budiono mecontohkan perbatasan yang tidak memiliki akses listrik yakni wilayah perbatasan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur yang berbatasan dengan Serawak Malaysia

“Kita jauh tertinggal. Masa listrik kita di sana kita beli dari Malaysia,” sambungnya.

Menurut James, hal tersebut memang membuktikan wilayah perbatasan Indonesia sangat minim infrastruktur. Padahal listrik, air bersih dan infrastruktur lain seperti jalan dan jembatan sangat diperlukan untuk menggerakkan perekonomian di daerah perbatasan.

“Kita perlu investasi dan perlu bantuan dari pemerintah untuk membangun infrastruktur terutama air bersih, listrik dan transportasi di sana,” pungkasnya.

Analisis :

Menurut saya pemerintah sangat tidak memperhatikan rakyatnya terutama di daerah-daerah perbatasan. Banyak rakyat Indonesiadi daerah perbatasan  yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah sehingga untuk memenuhi kebutuhannya terutama di sektor energi, mereka harus membelinya dari Negara tetangga.  Padahal listrik, air bersih dan infrastruktur lain seperti jalan dan jembatan sangat diperlukan untuk menggerakkan perekonomian di daerah perbatasan.

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/10/28/19/888050/miris-warga-perbatasan-ri-beli-listrik-ke-malaysia

Investor Lebih Percaya Dolar, Rupiah Kembali Terkapar

JAKARTA – Keputusan The Fed dini hari tadi kembali menegaskan perekonomian Amerika Serikat (AS) belum cukup kuat untuk dibiarkan berjalan tanpa stimulus. Sentimen ini ditanggapi oleh pasar yang kembali memercayakan dolar AS sebagai safe haven.

 

Bloomberg mencatat, Rupiah pada pembukaan non-delivery forward (NDF) pagi ini kembali melemah 60 poin atau 0,54 persen menjadi Rp11.235 per USD. Sementara Yahoofinance memantau Rupiah ada di Rp11.170 per USD.

 

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengungkapkan, The Fed kembali menyalahkan kebijakan fiskal yang terus menghambat pertumbuhan ekonomi. Walaupun tapering tidak dilakukan, pasar melihat The Fed tidak cukup khawatir untuk terang-terangan menyatakan penundaan tapering.

 

“Sehingga dipertahankannya stimulus malah direspons dengan penguatan Dollar Index bersamaan dengan Dow Jones dan S&P 500 yang terpangkas cukup dalam,” kata dia dalam risetnya di Jakarta, Kamis (31/10/2013).

 

Berdasarkan pernyataan The Fed, ke depan pasar masih akan terus dipengaruhi oleh pengumuman data-data perekonomian AS, khususnya penyerapan tenaga kerja dan data sektor perumahan.

 

Walaupun kemarin pasar Asia bergerak positif mengikuti hasil buruk data perekonomian AS dan harapan penundaan tapering, tidak semua mata uang berhasil menguat terhadap dolar AS.

 

“Rupiah, baik kurs Jisdor maupun kurs NDF satu bulan, melanjutkan pelemahannya sampai kemarin sore. Pagi ini kurs spot Rupiah dibuka naik ke Rp11.208 per USD,” katanya.

 

Selain tekanan permintaan dolar AS yang biasanya tinggi pada akhir bulan, pengumuman data neraca perdagangan besok membawa aroma defisit kembali ke permukaan.

 

“Ditambah dengan Dollar Index yang terus menguat, Rupiah berpeluang untuk melanjutkan pelemahannya. Pagi ini optimisme penundaan tapering semakin terkikis,” tukas dia.

 

Analisis :

Menurut saya sangat disayangkan sekali para investor lebih percaya dengan dollar daripada rupiah. Kondisi rupiah yang tidak stabil menjadi alasan mengapa para investor lebih memilih menggunakan dollar. Hal ini menyebabkan rupiah selalu menurun setiap harinya.

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/10/31/278/889678/investor-lebih-percaya-dolar-rupiah-kembali-terkapar

Pelemahan Rupiah Jadi Pertimbangan UMP

JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta di bawah permintaan buruh sebesar Rp3,7 juga per bulan, diambil karena pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia Riza Suwarta mengatakan, masalah stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS menjadi polemik dalam penetapan upah buruh. Pasalnya, lemahnya nilai tukar menjadi penghambat daya saing perusahaan mencari laba.

“Saya melihat ada persoalan fundamental yang tidak diselesaikan pemerintah, terutama nilai tukar Rupiah,” ujar Riza dalam sebuah diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (2/11/2013).

Riza menegaskan, ada unsur skenario kesengajaan yang membuat Rupiah terpuruk Sehingga melemahkan daya saing dan daya beli masyarakat. “Dengan kondisi itu, membuat pengusaha harus berbenturan dengan karyawannya,” tegasnya.

Padahal, lanjut Riza, pengusaha membutuhkan ketenangan dan stabilitas usaha agar dapat menyejahterakan buruhnya. “Suka atau tidak suka harus ada titik temu. Bagi pengusaha kita ikut karena harus ada stabilisasi, dan ketenangan dalam bekerja,” ucapnya.

Analisis :

Ada unsur skenario kesengajaan yang membuat Rupiah terpuruk Sehingga melemahkan daya saing dan daya beli masyarakat. Dengan kondisi itu, membuat pengusaha harus berbenturan dengan karyawannya. Padahal pengusaha membutuhkan ketenangan dan stabilitas usaha agar dapat menyejahterakan buruhnya

sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/11/02/19/890954/pelemahan-rupiah-jadi-pertimbangan-ump