Tugas Umum

PUISI

Munajat Kepada-Mu

Ya Allah. .

Hamba sebenarnya tidak pantas

Hamba sebenarnya tidak layak

Dengan banyaknya dosa yang hamba miliki

Apakah hamba masih pantas untuk menghadap-Mu ?

Apakah hamba masih pantas untuk meminta kepada-Mu ?

Ya Allah. .

Hamba sebenarnya malu dan takut

Dengan kelemah lembutan Engkau

Dengan kemuliaan ciptaan-Mu

Tak henti-hentinya Engkau memberikan kebaikan

Apakah hamba layak bersimpuh kepada-Mu ?

Ya Allah. .

Bagaimana hamba tidak bersyukur

Bagaimana hamba tidak beruntung

Sedangkan Engkau yang memberi nafas ini

Dan bagaimana mungkin ada selain-Mu yang diminta

Ya Allah. .

Pantaskah hamba-Mu ini mengeluh ?

Pantaskah hamba-Mu ini mengadu ?

Sedangkan tak ada yang samar dari penglihatan-Mu

Ya Allah. .

Hamba layak dengan cacian

Hamba layak dengan hinaan

Tetapi untuk-Mu layaklah dengan pujaan

Wahai zat yang Maha dari segala Maha

PUISI KEHIDUPAN

 

Hari hari lewat, pelan tapi pasti
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru
Daun gugur satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Umurku bertambah satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah

Tapi… coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang
Ya, berhutang pada diriku
Karena ibadahku masih pas-pasan

Kuraba dahiku
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Kutimbang keinginanku….
Hmm… masih lebih besar duniawiku

Ya Allah
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?

Ya Allah….
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
Astagfirullah…

Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah…
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang…
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu…

Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana…
Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana…
Ya Allah,
Ijikanlah

Oleh Chairil Anwar

 

Puisi Cinta Khalil Gibran

CINTA yang AGUNG
Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh

Oleh Khalil Gibran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s